Artikel ini adalah rangkuman webinar ODADING (Obrolan Berfaedah Daring) oleh tim LSPPM pada tanggal 24 Maret 2021  yang berkolaborasi dengan Career Center UNJ dan GIBEI FE UNJ

LSPPM – Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal dan Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan kegiatan webinar bersama dengan tema “Tantangan dan Peluang Karir di Industri Keuangan”, pada Rabu, 24 Maret 2021 melalui aplikasi Zoom.

Webinar tersebut, diikuti oleh segenap dosen Universitas Negeri Jakarta, mahasiswa, dan masyarakat umum lainnya. Tak ketinggalan Pemateri dalam webinar ini adalah Haryajid Ramelan, selaku Ketua LSP Pasar Modal dan Moderator acara Destria Kurnianti selaku Dosen UNJ sekaligus Wakil Galeri Bursa Efek Indonesia FE UNJ.

Destria dalam sambutan pembukaannya mengatakan kegiatan ini sebagai langkah bagi mahasiswa dalam menghadapi peluang karir di industri keuangan.

Sementara itu, Haryajid Ramelan dalam pembukaannya mengatakan jika “karir yang di jalanin tak bisa lepas dari perjuanganya sewaktu umur 21 tahun, yang sudah bekerja hanya sebagai pegawai penginput data saham”. Pengalaman dalam kemudahan mencari kerja adalah satu masalah utama dibalik Haryajid Ramelan mengikuti dan meraih banyak sertifikasi profesi.

Dalam sesi penyampaian materi, Haryajid mengatakan “daya saing Indonesia sangat kecil, jika dibandingkan dengan Amerika”. Menurutnya, parameter yang digunakan adalah kinerja ekonomi, efisiensi, efisiensi bisnis, dan infrastruktur. Selain itu, ia juga mengkaitkan terkait kondisi pandemi Covid-19, yang berdampak besar terhadap kondisi pengangguran yang terjadi di Indonesia. 

Tidak hanya itu, Haryajid juga menambahkan terkait optimasi dan masa depan ketenagakerjaan. Dalam data yang ditampilkannya yang bersumber dari Kemnaker, jika 23 Juta jenis pekerjaan akan terdampak otomatisasi, sedangkan 27 sampai 46 juta jenis pekerjaan baru berpeluang tercipta sampai tahun 2030. Disinilah ia mengingatkan pentingnya sertifikasi profesi, yang bisa menjadi nilai tambah dalam mendapatkan peluang karir nantinya.

Baca Juga: “Pentingnya Sertifikasi Kompetensi di Era Industri 4.0”

Haryajid Ramelan juga turut mengingatkan “betapa pentingnya sebuah prioritas, hal itu bisa didapat dari mencari ilmu, belajar sebanyak-banyaknya, seperti halnya  kemampuan dalam financial”.

Sementara, dalam sesi tanya jawab yang ditanyakan oleh Nurul, mengenai peluang dalam melamar pekerjaan. Hayajid menyikapi dengan mengingatkan agar mahasiswa atau calon pekerja jangan sampai bekerja hanya memanfaatkan ijazah S1, namun para pencari kerja haruslah memiliki sertifikasi kompetensi. Karena hal itu bisa meyakinkan perusahaan dalam merekrut karyawan.

Tak hanya itu, dalam kesempatan webinar ini, Haryajid Ramelan juga turut memberikan uji kompetensi dengan skema madya gratis kepada tiga (3) peserta terpilih nantinya, yang bisa menjawab pertanyaan mengenai pentingnya mengikuti sertifikasi profesi.

Baca Juga: “Skema Sertifikasi di LSPPM”

Sedangkan, Destria selaku moderator dalam memberikan masukan mengenai materi yang disampaikan oleh Haryajid Ramelan. Mengatakan “jika industri keuangan menjadi hal penting yang harus diketahui oleh mahasiswa dan pencari kerja”.

Di akhir acara webinar, baik pemateri maupun moderator turut saling memberikan semangat kepada para pencari kerja, dan mahasiswa agar mampu bersaing dengan memperbanyak ilmu dan mengikuti sertifikasi kompetensi.

Demikian pembahasan tentang rangkuman webinar LSPPM x GIBEI UNJ. Semoga pembahasan ini bisa membantu anda dalam memahami Tantangan dan Peluang Karir di Industri Keuangan dan mempersiapkan strategi untuk menghadapi dan meraih peluang tersebut.

Yuk, tingkatkan daya saing dan meraih peluang di industri kerja melalui Sertifikasi Kompetensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

WordPress Appliance - Powered by TurnKey Linux