Sambutan dari LSP-PM

Abi Hurairah Mochdie

Sambutan Dewan Pengarah

Saya atas nama Dewan Pengarah menyambut gembira atas hadirnya Standar Kompetensi Kerja (SKK) bidang Pasar Modal yang terdaftar di Kementrian Tenaga Kerja dan juga atas berdirinya LSP-PM yang diakui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dimana kehadiran SKK dan LSP-PM ini tidak lepas dari bantuan banyak pihak terutama para Asosiasi Profesi di Industri Pasar Modal, yaitu diantaranya Asosiasi Profesi Pasar Modal Indonesia (APPMI), Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Asosiasi Wakil Perantara Pedagang Efek Indonesia (AWP2EI), Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPEI), dan juga Asosiasi Analis Teknikal Indonesia (AATI). Juga atas dukungan dari Lembaga Pendidikan Tinggi seperti Universtas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Perbanas Institute, STIE Trisakti, dan STIE Kesatuan. Hadirnya LSP-PM diharapkan dapat membantu setiap individu baik yang sudah berada di industri pasar modal maupun yang ingin mengawali karirnya di industri pasar modal untuk memastikan dan memelihara kompetensi dirinya yang meliputi pengetahuan (knowledge), keahlian (skill), dan sikap kerja (attitude). Selain untuk membantu individu LSP-PM juga sangat membantu berbagai pihak seperti Perusahaan, yaitu dalam hal ini Perusahaan Sekuritas, Aset Manajemen, dan Perusahaan Keuangan untuk memudahkan seleksi rekrutmen, memudahkan penempatan dan penugasan, pengaturan pengembangan karir, yang semua hal tersebut berujung pada meningkatnya produktivitas perusahaan. Akhir dari sambutan ini adalah semoga kehadiran LSP-PM dapat menjadi warna tersendiri bagi Industri Pasar Modal dan dapat memenuhi tuntutan global atas tenaga kerja yang berkualitas dan berdaya saing.

Haryajid Ramelan

Sambutan Dewan Pelaksana

Saya atas nama Dewan Pengarah menyambut gembira atas hadirnya Standar Kompetensi Kerja (SKK) bidang Pasar Modal yang terdaftar di Kementrian Tenaga Kerja dan juga atas berdirinya LSP-PM yang diakui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dimana kehadiran SKK dan LSP-PM ini tidak lepas dari bantuan banyak pihak terutama para Asosiasi Profesi di Industri Pasar Modal, yaitu diantaranya Asosiasi Profesi Pasar Modal Indonesia (APPMI), Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Asosiasi Wakil Perantara Pedagang Efek Indonesia (AWP2EI), Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPEI), dan juga Asosiasi Analis Teknikal Indonesia (AATI). Juga atas dukungan dari Lembaga Pendidikan Tinggi seperti Universtas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Perbanas Institute, STIE Trisakti, dan STIE Kesatuan.

Kebutuhan berbagai profesi di Industri Jasa Keuangan khususnya Pasar Modal terus menerus mengalami peningkatan, yaitu dimana kebutuhan tersebut bukan hanya terhadap kuantitas namun juga terhadap kualitas yang dituntut untuk berdaya saing di era Masyarakan Ekonomi Asean (MEA). Dengan adanya MEA membuat seluruh negara ASEAN berlomba-lomba menjadi pemain kuat yang berdaya saing atas Sumber Daya Manusianya disegala industri. Sehingga Pemerintah Indonesia terus menerus mendorong kesiapan SDM termasuk melalui pendirian Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk memelihara kompetensi SDM seluruh profesi di Indonesia. Mengikuti pendahulu kami di Industri Jasa Keuangan yang mendirikan LSP Perbankan dan LSP Dana Pensiun, kami para pelaku Pasar Modal melalui Asosiasi Profesi yang ada di Pasar Modal dengan ini mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal (LSP-PM) dibawah naungan BNSP adalah tidak lain untuk mendukung Pemerintah dalam mendorong kesiapan SDM di Indonesia khususnya di Industri Jasa Keuangan yaitu Pasar Modal. Sehingga dengan adanya LSP-PM kami yakin dan optimis dapat membantu menjaga dan meningkatkan daya saing Indonesia dengan memastikan dan memelihara kompetensi tenaga kerja di Industri Pasar Modal melalui uji kompetensi dengan standarisai nasional yang dimiliki oleh BNSP.